Pembina Ponpes NW di Janapria Bantah Dukung MM

LOMBOK TENGAH SUARANUSA- Banyaknya tulisan di sejumlah media massa terkait dukungan 6 tokoh NW di Kecamatan Janapria Lombok Tengah (Loteng), kepada pasangan dengan jargon yang disingkat MM dibantah pembina Pondok Pesantren  Al Ihsan NW Gelondong, Desa Pendem Kecamatan Janapria Loteng.

Berdasarkan pers rilisnya, Pembina yayasan Al Ihsan NW Gelondong, Desa Pendem Kecamatan Janapria Loteng M. Nur menyampaikan klarifikasi terhadap acara pengajian pada tanggal 13 oktober 2020 lalu. 

“Seyogyanya acara tersebut terlaksana bukan atas undangan dari pihak Yayasan Pondok Pesantren, akan tetapi acara tesebut diinisiasi secara mendadak oleh Tim MM, dimana secara kebetulan tergabung dengan Tim CAKADES desa Pendem,” jelasnya.

Ditegaskan bahwa sebenarnya acara resmi MM yang tertera pada jadwal Panwas pada hari itu bertempat di Beson, bukan di Ponpes Gelondong. 

“Kami punya jadwal resmi dari MM dan kami bisa pertanggung jawabkan sebagai bukti kalau kami itu kena jebakan,” jelasnya.

Ditekankan, pihaknya sebagai panitia pengajian sudah berusaha melakukan pencegahan dengan cara melaporkan ke Panwascam. Namun petugas panwascam hanya mencabut atribut APK dan menggantinya dengan acara pengajian.

“Acara kami murni pengajian dan tidak mengundang calon. Tapi dari pihak Panwascam hanya mencabut APK saja dan menggantikannya dengan acara pengajian sesuai yang kami rencanakan. Yang kami herankan, kok tim MM bersama tim calon kepala desa membawa beliau ke tempat pengajian kami. Karena merasa beliau tamu, ya tak sepantasnya kami harus tolak. Akhirnya, kami menerima layaknya sebagai tamu,” paparnya.

Atas dasar itu, untuk menjawab jebakan mereka yang merencanakan issue memecah dukungan NW terhadap pasangan calon Masrun – Habib (MANTHAB), pihaknya atas nama pembina dan Pengurus Ponpes Al-Ihsan NW Gelondong siap memfasilitasi organisasi  ataupun pasangan MANTHAB.

“Insyaallah kami akan segera menyatukan komitmen mendukung paket MANTHAB, bukan MM seperti yang diberitakan,” tutupnya.

Sementara itu, M Zakaria salah seorang tamu undangan sekaligus ketua LPTQ Janapria mengaku, sebelumnya pihaknya bersama seluruh kepala madrasah dan sekolah yang bernaung di organisasi NW sudah berkomitmen mendukung paket MANTHAB.

“Kami merasa dijebak. Perlu diketahui, kami solid mendukung paket MANTHAB,” katanya.

Sementara itu, sekretaris umum PDNW Pancor, Lalu Edy Gunawan mengaku, kader NW itu sangat memegang Sami’na Waato’na. Sehingga ketika adanya media yang menyebutkan, ada kader NW yang tidak sejalan dengan perintah PBNW, pihaknya tidak percaya. Sebab pihaknya tahu, bagaimana perintah PBNW itu wajib dilaksanakan.

“Jujur, saya sebenarnya tidak percaya dengan konten berita yang menyebutkan kalau ada kader NW yang mendukung paket MM, saya sempat kontak dan mereka semua mengaku di jebak,” katanya.

Dikatakan, setelah instruksi PBNW keluar untuk menginstruksikan mendukung paket MANTHAB, pihaknya bersama pengurus daerah NW Loteng sudah berulang kali melakukan rapat pemenangan, baik di tingkat kecamatan ataupun kabupaten. 

“Kami sangat optimis kader NW pasti solid dengan keputusan PBNW,” tandasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *