Musorkab Sempat Ricuh, Panitia Dituding Tak Profesional, SQ Tetap Terpilih

Lombok Tengah, suaranusa – Tensi dalam sidang Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Lombok Tengah (Loteng) sempat memanas dan ricuh. Hingga beberapa Pengurus Cabang Olahraga (Cabor) KONI Loteng walk out lantaran tak terima dengan keputusan panitia yang dinilai tak profesional dan memutuskan M. Samsul Qomar terpilih secara aklamasi.

Tudingan itu dilayangkan salah satu pengurus Cabor Persatuan Bola Voly Seluruh Indonesia (PBVSI), Candra Yudhistira.

“Mereka nyata-nyata merubah aturan. Sudah jelas dipublikasi oleh media bahwa syarat menjadi calon Ketua Umum KONI adalah Ketua Cabor, Sekretaris, dan Bendahara. Nyatanya sekarang mereka merubah aturan itu. Yang boleh nyalon ketua hanya Ketua Cabor dan Sekertaris,” kesal Candra.

Candra yang digadang-gadang menjadi bakal calon Ketua Umum KONI tentunya kecewa lantaran tidak lolos menjadi calon ketua. Mengingat posisinya saat ini menjadi Bendahara Cabor.

“Aturan ini kok bisa berubah. Ada apa ini. Saya curiga ini upaya agar saya tidak lolos jadi calon,” herannya.

Sementara, ketua sidang Musorkab, Yuli Harhari, mengatakan bahwa apa yang dilakukan pihak panitia sudah mengacu sesuai AD/ART. Pihaknya mengaku hanya menjalankan pedoman yang sudah ada.

“Perkara sah dan tidaknya keputusan ini tergantung KONI NTB. Kita hanya menjalankan sesuai aturan,” ujarnya.

Karena hanya ada 1 calon maka M. Samsul Qomar terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum KONI Loteng dengan didukung 17 Cabor.

Ketua Umum KONI Loteng terpilih, M. Samsul Qomar, berjanji akan merangkul semua Cabor yang ada demi memajukan dunia olahraga di Kabupaten Loteng.

“Ini bukan kepentingan saya secara pribadi. Akan tetapi kepentingan kita bersama dalam memajukan prestasi dalam dunia olahraga,” tungkasnya.(SN.01)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *