Lombok Tengah, suaranusa – Hasil Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) yang dilaksanakan pada 25 Maret lalu belum disahkan oleh KONI Provinsi NTB.
Hasil Musorkab saat itu, M. Samsul Qomar terpilih secara aklamasi setelah calon rivalnya L. Candra Yudistra walk out dalam sidang pleno yang sempat di skors tersebut.
“Kita sudah jalankan semua mekanisme dan sudah sesuai aturan,” kata Ketu Sidang Musorkab, Yuli Har Hari.
Hampir dua minggu lebih, panitia sudah mengirimkan hasil Musorkab ke KONI Provinsi namun hingga saat ini belum ada keputusan dengan alasan yang tidak jelas.
“Panitia baik SC maupun OC minggu lalu juga sudah dipanggil untuk klarifikasi namun sampai detik ini belum ada hasil dari Provinsi untuk Musorkab Loteng,” timpal Yuli.
M Samsul Qomar saat ditanya soal ini juga mengaku heran. Ia memaparkan alasan pertama dari KONI Provinsi waktu itu akan ke Papua. Ada meeting persiapan PON XX. Sepulangnya akan segera selesaikan.
Qomar sempat bertanya kepada pihak KONI Provinsi terkait kendala apa yang dihadapi sehingga masih belum mengeluarkan SK pengesahan KONI Loteng, namun Provinsi Dalam hal ini Andi Hadianto membalas bahwa WA dirinya dihack oleh orang lain
“Ini korelasi dan hubungannya apa soal pengesahan dan HP yang di hack. Kami menunggu sampai hari Selasa besok keputusan dari provinsi. Jika tidak maka memang ada sesuau yang sifatnya non teknis yang coba-coba dilakukan provinsi. Kita menduga ada sesuatu yang terjadi karena laporan panitia dan proses sudah dijalankan semua. Alasan lain juga sudah kami terima,” tegasnya.
Menurutnya, dengan tertundanya pengesahan ini banyak pihak yang dirugikan oleh provinsi. Baik pihaknya, panitia maupun vendor serta pihak ketiga yang sudah susah payah mensukseskan acara tersebut.
“Kita tidak ingin zolim kepada orang lain. Jika ini tidak segera diputuskan maka ini ada sesuatu di luar aturan yang sedang dimainkan atau sesuai kebiasaan yang di mainkan oleh oknum di KONI Provinsi dan kami menunggu sampai besok pagi,” tutupnya.
Sementara itu, pihak ketiga Bading Peoduction yang digunakan pada saat Musorkab mengeluhkan pembayaran belum di selesaikan oleh panitia sampai saat ini.
“Jadi vendor sudah nagih terus, kita jadi bingung janji terus tiap hari,” jelasnya.
Begitu juga pihak percetakan dan Hotel JM sebagai lokasi Musorkab belum di selesaikan pembayarannya akibat tertundanya keputusan dari KONI Provinsi tersebut.
“Kita sedang renovasi, dengan kondisi pandemi ini kita mohon agar panitia segera membayar tagihan acara itu,” pinta GM JM hotel Samsul Bahri. (SN01)






