Yayasan Dewisnu Loteng Lirik 6 Desa Jadi Desa Wisata Nusantara

Lombok Tengah, suaranusa – Yayasan Desa Wisata Nusantara (Dewisnu) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) melirik 6 (enam) Desa untuk dijadikan Desa Wisata Nusantara. Keenam desa tersebut yakni Desa Bonder Kecamatan Praya Barat, Desa Lendang Ara Kecamatan Kopang, Desa Jango Kecamatan Janapria, Desa Aik Bual Kecamatan Kopang, Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara, dan Kelurahan Leneng Kecamatan Praya.

Kepala Perwakilan yayasan Dewisnu Loteng, Aziz Junaidi, SP, mengatakan, keenam desa tersebut cukup potensial untuk menjadi pilot projek Desa Wisata Nusantara. Sebagaimana diketahui, Desa Bonder dengan Destinasi Bukit Balibe menawarkan hamparan bukit bebatuan yang sangat eksotis sebagai tempat selfy.

Selanjutnya, Desa Lendang Ara dengan destinasi wisata alam embung Tandung-Andung yang memiliki panorama alam yang eksotis. Bahkan, wisata ini menyimpan cerita rakyat.

Adapun Desa Jango dengan objek wisata Bukit Jabal Rahmah sebagai taman wisata religi dan edukasi. Dengan adanya miniatur Ka’bah dijadikan tempat manasik haji atau peragaan menunaikan ibadah haji.

Kemudian, Desa Aik Bual, dengan objek wisata Embung Bual. Di sana ada Camping ground, ada air terjun nyeredep, dan kawasan hutan lindung.

Sementara di Desa Karang Sidemen terdapat objek wisata Danau Biru. Danau tersebut dikelilingi pepohonan yang rindang di atas perbukitan dengan suasana hutan yang bebas polusi.

Di Kelurahan Leneng sendiri terdapat Agrowisata. Dikemas dalam konsep pemanfaatan lahan pertanian warga sekitar yang ditanami berbagai macam tumbuhan.

Adapun program yang akan dilakukan yayasan Dewisnu Loteng terhadap 6 desa tersebut yakni melakukan kajian atau research pengembangan desa wisata; peningkatan kapasitas SDM lewat Desa Wisata Academy; Membantu membuat paket-paket desa wisata yang berkualitas dan sale ables; Promosi produk-produk desa wisata baik lewat Festival Desa Wisata Nusantara dan promosi luar negeri kerjasama dengan KBRI Luar negeri; Memfasilitasi internship atau magang para anak muda di desa dalam membuat desa wisata di desa-desa wisata Nusantara; Melakukan pendampingan bagi desa-desa yang akan kembangkan desa wisata; Dijadikan mitra dari Kemendes, Kemenpar, perguruan tinggi dan Kemenlu serta pihak-pihak yang berkepentingan.

“Tugas pokok dan fungsi kami di Dewisnu yaitu mempromosikan program-program yayasan desa wisata nusantara di tiap wilayah sehingga konsep pengembangan Dewisnu bisa membumi,” kata Aziz.

Diakui, dari 6 desa yang akan dijadikan Desa Wisata Nusantara, pihaknya baru melakukan koordinasi dengan 2 kepala Desa. Yakni Kepala Desa Bonder dan Kepala Desa Lendang Ara.

“Mereka sangat antusias untuk bekerjasama dengan yayasan Dewisnu Loteng demi kemajuan sektor pariwisata dan bangkitnya potensi wisata di Desa-desa,” pungkasnya.(SN.01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *