Lombok Tengah, suaranusa – Menjelang hari pahlawan 10 November 2021, Keluarga besar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah (Loteng), Nusa Tenggara Barat (NTB) lakukan lawatan ke dua Zurriyat TGKH Muhammad Zaenuddin Abdul Madjid atau pahlawan Nasional, baik Zurriyat yang ada di Pancor maupun Anjani Lombok Timur (Lotim), pada Sabtu (6/11)/2021) kemaren.
Kegiatan lawatan tersebut, dimasukkan dalam agenda pra kunjungan Ziarah ke makam pahlawan di Pancor, yang akan dilaksanakan 10 November besok yang bertepatan dengan hari pahlawan.
“Besok di puncak hari pahlawan nasional, kami bersama keluarga besar Kemenag, ormas, pimpinan ponpes se- Loteng, akan mengunjungi makam pahlawan Nasional TGKH Muhammad Zaenuddin Abdul Madjid di Pancor. Sebelum pelaksanaan, kami bersama staf melakukan ziarah ke Zurriyat Almagfurullah terlebih dahulu, baik Zurriyat yang ada di Pancor ataupun di Anjani,” kata Kepala Kemenag Loteng, H. Zamroni Aziz .
Menurutnya bahwa kegiatan silaturrahmi ke dua Zurriyat tersebut perlu dilakukan karena mengingat jumlah penziarah cukup besar dan butuh persiapan matang, terutama di lokasi ziarah.
“Minta pendapat ke dua Zurriyat ini penting, mengingat jumlah penziarah besok sangat banyak,” ungkapnya.
Nantinya ada sekitar 500 kendaraan roda empat dan ratusan roda dua yang akan ikut meramaikan acara ziarah ke makam pahlawan nasional tersebut.
Dengan banyaknya yang akan melaksanakan ziarah makam pahlawan nasional, sehingga pihak Kemenag perlu mematangkan persiapan, sehingga rombongan terlebih dahulu melakukan lawatan ke dua Zurriyat Almagfurullah.
“Sambil bersilaturrahmi, kami juga minta petunjuk teknis, sebab jumlah rombongan kita sangat banyak malah ribuan orang,” paparnya
Dikatakan, program ini bagian dari bentuk penghormatan terhadap Almagfurullah, yang telah ikut berjuang mengusir penjajah,bukan hanya itu saja, Almagfurullah juga telah banyak memberikan jasa kepada negara, khususnya di NTB, terutama dalam pendidikan.
Sebab lembaga pendidikan di bawah Nahdlatul Wathan (NW), mulai dari perkotaan hingga perkampungan, lembaga pendidikan NW sangat banyak.
Banyaknya lembaga pendidikan tersebut, pemerintah khususnya lembaga pendidikan di bawah kementerian agama sangat terbantu, dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM), yang Qurani.
Selain itu, lembaga dakwah di bawah ponpes juga menjamur dan Kemenag sangat terbantu, khususnya di bidang dakwah dan sosial.
“Kalau ndak salah organisasi yang di dirikan oleh Almagfurullah bergerak dibidang pendidikan sosial dan dakwah. Dan kami di keluarga besar Kemenag sangat terbantu,” ungkapnya.
Lanjutnya, oleh karenanya sebagai bentuk mengenang atas jasa jasa beliau,pihakmya memandang perlu dan wajib di kenang, sehingga pihaknya berinisiatif bersama keluarga besar Kemenag Loteng, ormas NU ataupun Muhammadiyah untuk berziarah ke makam beliau.
“Semoga apa yang kita lakukan ini tercatat sebagai amal ibadah kita kelak, amin,” tutupnya.(SN.03)






