Mataram, suaranusa – Laga uji coba menjelang Liga 3 Asprov NTB antara Lombok Football Club (LFC) dengan tim sepak bola Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) Mataram. berakhir dengan skor sama kuat 2-2.
Pertandingan melawan Undikma, LFC memainkan tiga pemain asal Papua. Duet striker Paulus Isak Onna dan Edwin Harold Iboy serta pemain belakang Andresius Kristian Bonsapiah, bertempat
LFC vs UNDIKMA Berakhir Imbang
Pertandingan melawan Undikma, LFC memainkan tiga pemain asal Papua. Duet striker Paulus Isak Onna dan Edwin Harold Iboy serta pemain belakang Andresius Kristian Bonsapiah bertempat di Lapangan Gebang, Mataram,NTB, Kamis (19/11/2021) sore.
Pemain LFC membuat gol cepat melalui kaki Edwin di menit 4 tercipta dari umpan satu-dua dengan Paulus. Sentuhan Paulus mengecoh pemain bertahan Undikma, Ia kemudian mengirimkan bole ke Edwin dan gol tercipta dengan mudah.
Lewat skema serangan dari sayap kiri, akhirnya LFC benar-benar mencetak gol di menit ke 82. Paulus yang menerima umpan silang dengan tenang menceploskan bola. Skor 2-1 untuk LFC. Gol ini rupanya tak bertahan lama, sehingga pada menit 82 pemain Undikma Slamet Riyadi menyamakan skor 2-2 setelah memanfaatkan kemelut di muka gawang. Hingga peluit akhir pertandingan ditiup, skor imbang tetap bertahan.
Presiden LFC H. Bambang Kristiono, SE (HBK) seusai pertandingan memberikan catatan khusus, meski bertajuk laga persahabatan tapi ia menilai komposisi tim masih butuh berbagai pembenahan. Menurutnya, pemain antar lini di LFC belumlah merata.
“Yang kita mainkan ini adalah pemain pemain yang belum bermain pada laga sebelumnya. Cuma secara kemampuan, memang masih harus ditingkatkan,” katanya.
HBK menilai pertandingan persahabatan yang digelar sekaligus menjadi ajang evaluasi untuk membentuk komposisi pemain yang solid. Pekan depan pemain-pemain LFC akan mulai mengarungi Liga 3 Asprov NTB.
,”Performa pemain baru dari Papua cukup memuaskan. Tinggal selanjutnya kita asah lagi pemain yang lain,” ujarnya.
“Saya optimis komposisi terbaik akan tampil di kompetisi Liga 3 nanti,” sambungnya.
Sementara itu, Juru Bicara LFC Rannya Agustyra Kristiono mengatakan, skuad inti dari LFC masih terus digodok oleh pelatih. Pertandingan melawan Undikma kian menunjukkan performa individu pemain. Selain skill, daya tahan serta daya juang di lapangan perlu ditingkatkan.
“Determinasi sepak bola itu berjalan 90 menit. Kalau fisik habis sebelum pertandingan selesai, maka kita akan kedodoran. Satu menit di sepak bola itu berarti dan gol bisa tercipta,” katanya.
Untuk itu, sesuai arahan Presiden LFC kepada tim pelatih komposisi pemain inti dan cadangan diharapkan tak berbeda jauh sehingga rotasi dapat berjalan baik. Kompetisi Liga 3 NTB akan berjalan cukup padat, ada 10 tim yang harus dihadapi oleh LFC di fase pertama.






