Lombok Tengah, suaranusa – Puluhan orang yang mengatasnamakan diri dari Aliansi Pemuda Peduli Penegakan Hukum (APPPH) NTB mendatangi Polres Loteng mendampingi para tenaga kesehatan (Nakes) untuk menyerahkan bukti dugaan pemotongan dana kapitasi.
Koordinator aksi, Lalu Tajir Syahroni menyampaikan bahwa adanya dugaan intervensi oleh kekuasaan tertinggi di Loteng dan pihak lain untuk tidak menjalankan proses penegakan hukum terhadap dugaan pemotongan dana Kapitasi di Lingkungan Puskesmas Ganti Kecamatan Praya Timur, yang saat ini sedang ditangani Penyidik Reserse Kriminal Umum Tindak Pidana Korupsi Polres Loteng.
,”Kami meminta agar penegakan hukum kasus dugaan pemotongan dana insentif Nakes PKM Ganti ini harus ditegakkan karena syarat Intervensi dari para penguasa tertinggi Loteng. Proses ini dilaksanakan secara profesional, berkeadilan dan menjunjung tinggi nilai kepastian hukum untuk menjaga marwah dan citra Kepolisian,” pintanya,Rabu (19/10/2022).
Ia mempertegas kan bahwa, kedatangannya untuk membela orang yang terzolimi dan untuk mendukung penuh kepolisian Loteng agar kasus ini segera ditindaklanjuti.
,”Mudah mudahan kehadiran kami disini dapat memberikan semangat kepada rekan Polres Loteng untuk menegakkan hukum dengan seadil adilnya selain itu juga dapat melindungi masyarakat yang lemah. Apa kesulitan para penyidik kami siap untuk bantu baik dari segi bukti maupun para saksi saksi. Harapan tentu pelaku segera ditangkap dan apabila pelaku tidak ditangkap dikawatirkan akan berusaha membuat yang lebih dari pada sekarang karena kejadian ini sudah lama sekitar satu tahun lebih,” katanya.
Sementara itu, Ketua APPPH NTB, Apriadi Abdi Negara meminta penegakan hukum di Loteng tidak pandang bulu dan dengan kedatangan kali ini juga untuk mendukung Kepolisian dalam menegakkan hukum, terkait masalah pemotongan dana kapitasi di Puskesmas
,”Kami mensuport para penyidik Polres Loteng untuk bekerja sesuai dengan hukum yang berlaku karena para tenaga kesehatan ini adalah korban. Mari kita bantu mereka yang terzolimi,” ujarnya.
Salah seorang perwakilan korban dugaan pemotongan yang enggan disebut namanya menyebut, ditemukan adanya dugaan pemalsuan tanda tangan dan pemotongan dana Kapitasi untuk S1 Keperawatan yang sebenarnya harus diterima sebesar Rp. 891.000. Namun fakta diberikan hanya Rp. 500.000.
,”Harapan kami semua tenaga Kesehatan Puskesmas Ganti meminta agar kasus ini diusut tuntas karena kami datang kesini untuk menuntut keadilan. Karena awal kejadian pemotongan kapitasi dimulai pada bulan Juni tahun 2021,” tuturnya.
Terkait hal tersebut, KBO Reskrim Polres Loteng Iptu Ihwan didampingi Kanit Tipikor dan Kanit Pidum Polres Loteng, mengatakan bahwa masukan ini dijadikan semangat dalam pelaksanaan tugas kedepannya, anggota Polres Loteng selalu pede apalagi ada suport dari rekan Ormas untuk menegakkan keadilan.
,”Kami merupakan manusia biasa memiliki kelemahan, untuk itu kami sangat butuh namanya koreksi dan masukan,” ungkapnya.
Dikatakan Ihwan, apa yang dilakukan penyidik saat ini sedang mengumpulkan dokumen maupun alat bukti yang lain. Yang jelas dalam penegakkan hukum tidak memiliki kepentingan apapun, sehingga berharap percayakan penanganan laporan itu ke penyidik.
Karena lanjutnya, saat ini sudah melakukan pemeriksaan terhdap Lima orang dan juga meminta dokumen dimulai tahun 2021. Selain itu juga melakukan kordinasi dengan inspektorat Loteng terkait dugaan pemotongan dana Kapitasi.(SN.07)






