Mataram, suaranusa – Barang galian atau tambang non migas sebesar US$ 397.813.579 atau (98,10) persen, masih menjadi komoditas ekspor provinsi NTB yang terbesar pada bulan Agustus 2023.
Kemudian disusul perhiasan atau permata sebesar US$ 4.069.208 (1,00 persen),ikan dan udang sebesar US$ 1.945.468 (0,48 persen), daging dan ikan olahan sebesar US$ 630.691 (0,16 persen), serta garam, belerang, kapur sebesar US$ 384.745 (0,09 persen).
Kepala BPS Provinsi NTB, Drs. Wahyudin M.M,mengatakan bahwa nilai ekspor pada bulan Agustus 2023 sebesar US$ 405,51 Juta, mengalami kenaikan sebesar 382,10 persen dibandingkan bulan Juli 2023. Jika dibandingkan bulan Agustus 2022 mengalami kenaikan 84,68 persen.
,”Nilai ekspor bulan Agustus 2023 yang terbesar ditujukan ke India sebesar 30,85 persen, disusul Korea Selatan sebesar 29,95 persen kemudian Jepang yaitu sebesar 22,66 persen, ” ucapnya Jum’at (15/9/2023)).
Sementara nilai impor pada bulan Agustus 2023 sebesar US$ 56,38 Juta.
,”Ini berarti impor mengalami penurunan sebesar 39,08 persen dibandingkan dengan impor bulan Juli 2023 sebesar US$ 92,55 Juta, “terangnya.
Dimana impor bulan Agustus 2023 berasal dari Cina (37,08 persen), Jepang (29,89 persen), Spanyol (11,67 persen) dan lainnya (21,36 persen).
Sedangkan kelompok komoditas impor dengan nilai terbesar pada bulan Agustus 2023 adalah mesin-mesin / pesawat mekanik (63,56 persen), karet dan barang dari karet (29,01 persen), mesin / peralatan listrik (3,55 persen), serta benda-benda dari besi dan baja (1,89 persen).(SN.01)












