Lombok Tengah, suaranusa – Pengurus Wilayah Ikatan Pemuda Nahdlatul Ulama (PW IPNU) bersama kader dan ribuan santibgelar shalawat nariah di Ponoes Nurul Qur’an Desa Mertak Tombok Kabupaten Lombok Tengah, Ahad (22/10/2023) malam.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati hari santri nasional ke 8 tahun 2023 yang jatuh pada tanggal 22 Oktober.
Hadir dalam acara tersebut sebagai penceramah Ketua PWNU NTB yang juga Rektor UIN Mataram TGH. Masnun Tahir, MA dan sejumlah pengasuh pesantren yang ada di desa tersebut termasuk TGH. Dr. Sabarudin, M.Pd.i Pengasuh Ponpes Nurul Qur’an, dan Koordinator Divisi Pencegahan, parmas dan humas bawaslu Kubapaten Lombok Barat Samsul Hadi, S.Pd. dan sejumlah pembina IPNU NTB.
,”Hari santri nasional merupakan hadiah terbesar bagi santri sekaligus pengakuan negara terhadap perjuangan kaum santri”, ucap mantan ketua PW IPNU NTB, yang juga komisioner Bawaslu Lombok Barat, Samsul Hadi
Dulu lanjutnya, santri berjuang melawan penjajah dengan senjata, sekarang santri harus melawan kebodohan dengan meningkatkan kualitas pendidikan diri untuk menjaga begeri.
Karena itu lewat kesenpatan tersebut, Samsul mengajak santri melawan penyakit politik seperti hoax, politisiasi SARA dan politik uang.
,”Ayo rekan-rekan santri kawal demokrasi, perangi penyakit politik!” serunya
Lebih jauh dia menyakini bahwa santri mampu mengawal demokrasi karena kalau santri sudah bicara minimal ke orang tuanya bisa dengar.
,”Sampaikan ke orang tua bahwa jangan memilih karena dijanjikan sesuatu apa lagi di kasih barang termasuk uang, karena itu semua akan menghilangkan nilai demokasi dan merusak martabat santri” pesannya
Dia juga mengajak santri agar beroganisasi karena salah satu mamfaat organisasi ialah memperluas jaringan. ‘
,”Adik-adik santri kemanapun melanjutkan pendidikan jangan lupa berorganisasi karena adik-adik lah penerus kepemimpinan disemua tingkatan”, ingatnya.(SN.01)











