Jelang Pemilu, Kapolresta Mataram Ajak Toma Karang Taliwang Jaga Kamtibmas

Mataram, suaranusa – Kapolresta Mataram Kombes Pol Mustofa, kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga dan memihara situasi kantibmas yang kondusif menjelang pemilu 2024.

Hal tersebut disampaikan melakukan silaturahmi dengan para tokoh masyarakat Lingkungan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, pada Senin (20/11/2023).

Selain itu, Kapolresta juga menjelaskan terkait dengan perkembangan proses kasus hukum kepada warga Karang Taliwang yang diamankan pada peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu.

,“Kami dari Polresta Mataram akan membantu sepenuhnya dalam proses hukum kasus tersebut. Untuk itu kami harapkan adanya kesepakatan dalam bentuk komitmen bersama yang ditandatangani dan dibuat para tokoh Karang Taliwang dan Lingkungan Monjok agar dapat kami sertakan dalam berkas perkara sebagai dasar untuk kiranya dapat meringankan dalam proses hukum,” ucapnya.

Karena itu, Ia mengajak seluruh masyarakat, tokoh agama, serta seluruh elemen yang ada di Lingkungan Karang Taliwang agar kiranya melupakan semua kejadian yang pernah terjadi antar Lingkungan Karang Taliwang dengan Lingkungan Monjok Culik.

,“Kedepan kita akan menghadapi pesta Demokrasi, kita tidak inginkan adanya pertengkaran kembali antar kedua lingkungan dengan alasan beda pilihan dalam pemilu. Untuk itu mari bersama-sama kita pereerat silaturahmi kembali sehingga kita semua bisa memberikan kontribusi kepada pemerintah dan negara dalam rangka membangun daerah dan bangsa ini,” harapnya.

Sementara itu, dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat Karang Taliwang.

Yang mana para toma tersebut menyataman menyatakan dukungannya kepada Polresta Mataram atas proses hukum yang telah dilakukan

,”Terima kasih kepada Polresta Mataram yang telah mampu menciptakan dan memelihara kamtibmas di Kota Mataram serta atas penindakan hukum yang adil semoga hal ini terus bisa diterapkan sehingga masyarakat bisa mendapatkan rasa keadilan,” tegas salah seorang tokoh.

Selain itu beberapa masukan diperoleh dari para perwakilan tokoh tersebut diantaranya soal penggunaan medsos bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab lantaran kerap memposting kalimat-kalimat yang bisa mengarah ke provokatif.(SN.01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *