Mataram, suaranusa – Ribuan massa dari salah satu pasangan calon pilkada kepung kantor KPU NTB karena keberatannya atas hasil perhitungan suara.
Massa yang berasal dari berbagai kelompok masyarakat dari beberapa kabupaten di NTB terseburt memaksa KPU untuk membatalkan hasil pemilihan dan menunda sidang pleno penetapan hasil.
Massa awalnya hanya terdiri dari beberapa kelompok dan jumlahnya tidak terlalu banyak sehingga dengan mudah dibubarkan oleh petugas pengamanan sistem pengamanan kota (Sispamkota) Mataram yang telah dipersiapkan Polresta Mataram selaku penanggungjawab keamanan Pilkada 2024.
Namun selang beberapa lama massa kembali datang dengan jumlah yang cukup besar dan langsung menyerang kantor KPU NTB, bahkan tanpa memikirkan akibatnya dan berusaha mendobrak pertahanan para personil pengamanan yang telah disiapkan.
Karena massa semakin anarkis dan situasi semakin tak bisa terkendali, maka dengan perintah tegas Kapolresta Mataram memerintahkan personil pengamanan untuk membubarkan secara paksa
Dengan sarana dan prasarana seperti mobil pengeras suara bising serta penyemprot air yang dimiliki polri di turunkan guna menghalau massa aksi untuk segera membubarkan diri, bahkan unit K9 dengan anjing pelacaknya juga diturunkan untuk membubarkan paksa massa aksi yang ingin menyerang kantor KPU NTB.
Setelah pihak pengamanan melakukan berbagai cara penggalangan agar segera membubarkan diri, massa justru semakin bringas menyerang dan melawan petugas hingga akhirnya dekresi pun dilakukan oleh petugas pengamanan dengan mengambil tindakan tegas terukur untuk melumpuhkan salah seorang massa bringas dan provokator.
Usai massa menyerang Kantor KPU, atas persetujuan Walikota Mataram, Kapolresta Mataram memerintahkan untuk melaksanakan patroli gabungan skala besar dengan melibatkan seluruh unsur dalam rangka menciptakan harkamtibmas.
Peristiwa penyerangan kantor KPU NTB dari ribuan massa pendukung salah satu paslon tersebut meruapakan salah satu adegan yang diperagakan oleh personil pengamanan dalam simulasi Sispamkota Mataram yang dilaksanakan di jalan Pejanggik depan kantor Gubernur NTB, Sabtu 20 Juli 2024.
Simulasi Sispamkota Mataram tersebut dilakukan untuk menentukan kesiapan para personil dalam melaksanakan pengamanan dalam rangka Pilkada serentak 2024 akan datang.
,“Sispamkota ini merupakan sistem pengamanan untuk menjaga kondusifitas Kota Mataram dalam rangka Pilkada 2024 mendatang. Dan simulasi Sispamkota Mataram ini untuk menguji atau mempersiapkan kemampuan dan keterampilan pelaksanaan pengamanan Pilkada nantinya,” ucap Kapolresta Mataram Kombes Pol. Dr. Ariefaldi Warganegara
Menurutnya bahwa simulasi Sispamkota ini dipersiapkan bilamana situasi kontijensi atau konflik sosial terjadi saat Pilkada 2024 mendatang.(SN.01)












