Mataram, suaranusa – Panwascam Sekarbela,Kota Mataram,gelar sosialisasi pengawasan partisipatif dengan sasaran pemuda dan pegiat ekonomi yang ada di Kelurahan Karang Pule.
Kegiatan yang mengambil tema peran pemuda dan pegiat ekomoni menuju pilkada yang bersih dan berintegritas .pada pemilhan gubernur dan wakil gubernur, walikota dan wakil walikota Mataran tahun 2024,tersebut diikuti oleh puluhan peserta tersebut juga dihadiri oleh Lurah,perwakilan Koramil serta Polsek Ampenan.
Ketua Panwascam Sekarbela, Fathur Rahman mengatakan bahwa pihaknya memilih dan mengambil tema pada kegiatan kali ini karena pemuda perannya banyak dan termasuk juga para pedagang karena berintegrasi dengan banyak orang.
“Karena itu kami berharap pada pemuda dan pegiat ekonomi apa yang dilakukan hari ini bisa melakukan atau menyampaikan hal hal terkait dengan pimilihan,” ucapnya saat membuka sosialisasi pada Jum’at (11/101/2024).
Menurutnya lewat integrasi dengan banyak pihak,pemuda dan pegiat ekonomi bisa membantu pengawas jika menemukan adanya dugaan pelanggaran saat masa tahapan kampanye bisa disampaikan ke bawaslu.
“Kalau andalkan SDM yg dimiliki oleh bawaslu tidak bisa mengawasi semuanya maka dari itu partisipatif itu sangat di harapkan kepada masyarakat,kami atas nama lembaga mengharapkan dukungan dari semua pihak,” terangnya
Hal senada juga disampaikan oleh Kasubbag Pengawasan dan Humas Bawaslu Kota Mataram Murni Kurnia, mengharapkan peran dari peserta sosialisasi pemuda dan pegiat ekonomi untuk bersama sama dengan pihak bawaslu untuk ikut melalukan pengawasan partisipatif.
“Kalau ada dugaan pelanggaran bisa langsung di laporkan, peram pemuda dan pegiat ekonomi sangat penting apalagi kita Bawaslu terbatas personil,” ungkapnya.
Sementara itu, Lurah Karang Pule, Arizkiwan Marjun,menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh pengawas lewat panwascam Sekarbela karena dampaknya sangat positif.
Karena itu ia mengajak warga untuk menjaga situasi kondusifitas wilayah yang sudah kondusif.
Maka dari itu, lanjutnya peran dari para pemuda begitu penting termasuk dalam menjaga kondusifitas wilayah.
Pada kesempatan tersebut,Arizkiwan mengingatkan agar bijak dalam menggunakan medsos agar menghindari bahasa bahasa yang provokatif.
,”Mari kita selenggarakan pemilu ini dengan sukacita dan jangan ada gesekan, memang pada hakekatnya siklus pemilihan lima tahun sekali dan itu sdh dari dulu tapi jangan sampai kita terjadi perpecahan,” ucapnya.
,”Karena itu kita harus dewasa jangan ada perpecahan karena beda pilihan,” pungkasnya.(SN.01)












