Dewan Tarip Meminta Pemda Loteng Memberikan Bantuan Alsintan Untuk Petani

Lombok Tengah, suaranusa – Anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah Umar Tarip meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memberikan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi petani.

Hal ini dilakukan seiring panen yang diperkirakan berlangsung secara serentak di Kecamatan Pujut dan Praya Timur bahkan seluruh wilayah di Kabupaten Lombok Tengah.

Sebelumnya pemerintah Kabupaten Lombok Tengah telah menyalurkan sejumlah unit combine ukuran besar ke berbagai Kecamatan guna memberikan kemudahan bagi para petani.

Namun untuk tahun ini di Kecamatan Praya Timur khususnya banyak masyarakat terkendala panen karena kurangnya alat dan tenaga.

Tarip berharap kedepan agar pemerintah hadir untuk melihat kondisi masyarakat dengan cara memberikan perhatian serius soal alat panen agar dalam menghadapi musim panen tidak terkendala.

“Masyarakat saat ini sangat butuh alat panen lantaran tenaga sangat kurang bahkan tidak ada,” kata Tarip pada Senin (14/04/2025).

Ia juga berharap kedepan agar Pemda Lombok Tengah mengalokasikan dana yang lebih besar untuk pemberian bantuan unit combine untuk membantu proses panen lebih cepat.

“Percepatan mekanisme menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas pertanian di Loteng,” jelas Tarip.

Dengan adanya dukungan bantuan alat penen, pemerintah semakin optimistis produksi pangan nasional semakin meningkat. Langkah ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani di Loteng.

Penggunaan combine harvester dinilai mampu mengurangi losses hingga 3-5% dibandingkan metode panen manual. Selain itu juga dapat menyelesaikan panen dalam waktu 3-4 jam per hektare, jauh lebih cepat dibandingkan cara tradisional yang memakan waktu 2-3 hari per hektare.

Tarip juga menambahkan penggunaan power thresher dapat meningkatkan efisiensi perontokan padi secara signifikan dibandingkan metode manual.

“Dengan kapasitas rata-rata 300-600 Kg/jam, power thresher mampu mempercepat proses perontokan padi dibandingkan cara manual yang hanya ± 50 – 100 Kg/Jam dengan tenaga kerja terbatas.

Selain itu, dapat menekan kehilangan hasil hingga 1-2%. Mesin ini juga dilengkapi blower yang membantu memisahkan kotoran dan sekam, sehingga menghasilkan gabah yang lebih bersih,” ujar Tarip.

Petani perlu didukung dengan tekhnologi modern agar dapat memanen dengan optimal.

“Kami memastikan petani mendapatkan akses terhadap alsintan yang memadai. Dengan dukungan ini, kita tidak hanya meningkatkan produksi tetapi juga mempercepat pencapaian swasembada pangan yang berkelanjutan, ”tutup Tarip.(SN.01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *