Sadis, Perampokan Terjadi Di Desa Ranggagata Korban Alami Luka Tebas Bagian Kepala

Lombok Tengah, suaranusa – Aksi pencurian disertai kekerasan (curas) menimpa Inaq Kirah (51/P)salah seorang warga Dusun Batu Bintang Desa Ranggagata Kecamatan Praya Barat Daya pada malam Selasa 2/03) pukul 22.10 Wita.

Menurut keterangan Inaq Kirah bahwa peristiwa bermula ketika korban yang baru selesai melaksanakan ibadah salat mendengar teriakan anaknya dari dalam kamar.

Saat hendak menghampiri, korban secara tiba-tiba didatangi oleh sejumlah pelaku yang langsung mengancam dan meminta uang serta emas miliknya. Namun karena permintaan tak dituruti perampok melukai Inaq Kirah di bagian kepala.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka di bagian kepala (16 jahitan), wajah, dan lengan kanan. Dalam kondisi terluka, korban menyerahkan kalung emas imitasi yang berada di dalam lemari kamar dengan harapan para pelaku segera meninggalkan rumahnya.
‎
‎Dari keterangan korban, pelaku diperkirakan berjumlah sekitar tujuh orang dan membawa senjata tajam jenis parang.

Para pelaku melarikan diri melalui bagian belakang rumah. Selain melukai korban, pelaku juga merusak telepon genggam milik korban sebelum kabur dari lokasi.

Peristiwa tersebut diduga terjadi karena pelaku mengetahui kondisi rumah korban yang relatif sepi.
‎Saat malam kejadian Inaq Kirah tinggal berdua dengan anaknya sedangakan suami dan anaknya yang lain menjadi TKI di luar negeri.

Kades Ranggagate Muhammad Haikal menbenarkan kejadian perampokan dan merupakan yang kedua kali terjadi di Desa Ranggagata, terakhir di tahun 2018 pernah terjadi juga kejadian yang sama.

“Masyarakat desa khawatir ada lagi kasus curas, untuk itu kita sudah musyawarah dengan tokoh masyarakat dan BKD untuk mengantisipasi kejadian yang sama agar tidak terulang lagi,” terang Kades Haikal.

M. Haikal juga menambahkan untuk lebih intensif lagi penjagaan ronda tiap malam oleh BKD agar masyarakat aman menjalankan ibadah puasa.
‎‎
Atas kejadian tersebut Polsek Prabarda langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memintai keterangan beberapa saksi guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Dari keterangan korban, pelaku diperkirakan berjumlah sekitar tujuh orang dan membawa senjata tajam jenis parang,” ungkap Kapolsek Prabarda IPDA Aswin Anggara.

Terhadap persoalan ini, pihaknya masih memburu ketujuh pelaku tersebut. Bahkan infromasinya saat kejadian para pelaku melarikan diri melalui bagian belakang rumah.

“Peristiwa ini terjadi diduga karena pelaku mengetahui kondisi rumah korban yang relatif sepi. Suami korban diketahui sedang bekerja di luar negeri sehingga korban hanya tinggal bersama anaknya,” pungkasnya.(SN.03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *