Lombok Tengah, suaranusa – Sempat khawatir karena akan ditertibkan, Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, kini bisa bernafas dengan lega. Pasalnya, Lurah Leneng, LM. Isnaini, S.Sos, memberikan solusi terhadap para PKL dengan menyiapkan tempat yang layak.
Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Kelurahan Leneng, Ibu Diana, sangat berterima kasih kepada Lurah Leneng atas solusi yang diberikan sehingga masih tetap bisa berjualan.
“Awalnya kami sangat sedih karena mau ditertibkan. Kami bingung mau pindah kemana. Untungnya pak Lurah memberikan solusi,” ucapnya.
Diakui, awalnya dia dan beberapa pedagang lainnya berjualan di bahu jalan depan kantor Lurah atau sebelah timur Rumah Sakit Cahaya Medika (RSCM). Hal itu kemudian mendapat teguran dari Polisi Pamong Praja (Pol PP).
“Alhamdulillah, saat ini kami masih bisa berjualan di tempat yang sama. Namun agak belakang sehingga tidak mengganggu bahu jalan. Ini disiapkan pak Lurah bersama masyarakat sekitar,” terangnya.
Menurutnya, jika solusi ini tidak diberikan Pak Lurah maka beberapa pedagang akan kebingungan untuk memasarkan hasil jualannya. Mengingat, banyak diluar Kelurahan Leneng juga yang menitipkan barang jualan di sini.
“Sehari saja, omset yang kami dapatkan bisa mencapai 7 juta. Bayangkan, jika kami tidak diberikan tempat yang layak seperti ini,” cetusnya.
Sementara, Lurah Leneng, LM. Isnaini, yang dikonfirmasi mengaku bahwa ia hanya bisa memberikan solusi bagi para pedagang agar tetap bisa berjualan. Kalau mau ditertibkan ya harus ada solusi yang jelas dan tidak merugikan.
“Kebetulan ada lahan dibelakang tempat mereka jualan. Itu Kita fungsikan sebagai tempat berjualan. Kalau kita pindah ke tempat yang lebih jauh dikhawatirkan pelanggan atau pembeli tidak bisa menemukan. Kita hanya geser saja agar tidak menggunakan bahu jalan,” jelasnya.(SN.01)






