Lombok Tengah, suaranusa – Sebagai upaya dalam memantapkan layanan, RSUD Praya kini mulai mengadakan Proctorship Layanan Intervensi Nonbedah Kardiovaskular Perdana. Layanan Penyakit Jantung ini diharapkan memudahkan masyarakat dalam mengakses pengobatan penyakit jantung atau membutuhkan tindakan jantung agar tidak perlu lagi dirujuk ke Rumah Sakit luar Kota bahkan luar provinsi. Pengobatan pun dipermudah cukup dengan menunjukkan KTP.
Peresmian Unit Layanan Jantung tersebut dibuka langsung oleh Bupati Lombok Tengah , HL. Pathul Bahri pada, Senin (26/10/2026) bertempat di Aula RSUD Praya. Turut hadir perwakilan BPJS Kesehatan Cabang Selong, jajaran manajemen RSUD Praya, tenaga kesehatan, serta pihak terkait lainnya.
Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita atas dukungan dalam menghadirkan layanan intervensi jantung nonbedah di RSUD Praya.
Menurut Bupati, kehadiran layanan tersebut menjadi kebutuhan penting mengingat kasus penyakit jantung di Lombok Tengah cukup tinggi, yakni sekitar 1.400 kasus per tahun.
“Alhamdulillah, tahun ini kita sudah memiliki instalasi dan mulai melakukan penanganan penyakit jantung, meskipun masih pada layanan nonbedah. Harapannya masyarakat yang membutuhkan penanganan bisa segera dilayani dan tidak lagi harus menempuh perjalanan terlalu jauh ke rumah sakit provinsi maupun rumah sakit lainnya,” ujar Bupati.
Bupati juga meminta jajaran direksi dan seluruh tenaga kesehatan RSUD Praya terus bekerja keras serta membangun sinergi dengan seluruh stakeholder agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin berkualitas.RSUD Praya Mulai Layanan Intervensi Jantung Nonbedah Perdana, Bupati: Pasien Tak Perlu Lagi Berobat Terlalu Jauh
Sementara itu, Manajer Instalasi Kerja Sama Global dan Jejaring RSJPDHK/Pusat Jantung Nasional, Nur Hasanah, S.Sos., M.ARS., menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan jajaran RSUD Praya atas komitmen memperkuat pelayanan kardiovaskular.
Hasanah mengatakan, pendampingan tersebut merupakan bagian dari komitmen RSJPDHK sebagai rumah sakit pengampu nasional dalam membangun jejaring pelayanan jantung yang lebih dekat dan mudah dijangkau masyarakat.
Dalam rangkaian proctorship kali ini, sebanyak 8 pasien dijadwalkan mendapatkan tindakan intervensi nonbedah kardiovaskular hingga Selasa (27/10/2026).
“Kami berharap masyarakat Lombok Tengah ke depan tidak lagi mengalami kesulitan mendapatkan pelayanan kardiovaskular. Tentunya dibutuhkan dukungan berkelanjutan, mulai dari pemenuhan SDM, sarana dan prasarana, penguatan tata kelola hingga sistem pembiayaan dan rujukan yang semakin mudah,” Tutup Nur Hasanah.(SN.03)









